Senin, 03 November 2014

Keindahan dan Keunikan Goa Jomblang

        Mungkin Anda belum tahu kalau di Kabupaten Gunungkidul ,Daerah Istimewa  Yogyakarta banyak wisata alam. Selain pantai, ternyata kawasan ini menyimpan keindahan goa-goa yang banyak tersebar.         
      Goa Jomblang merupakan salah satu goa dari ratusan goa di kawasan Gunungkidul. Goa Jomblang terkenal karena keunikan dan keindahannya. Goa Jomblang salah satunya. Goa yang terletak di Desa Jetis , Kecamatan Semanu, Gunung Kidul atau sekitar 50 kilometer sebelah tenggara Jogja ini, merupakan salah satu tempat  wisata yang memerlukan cukup keberanian Untuk sampai ke Goa Jomblang bisa diakses menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Kalau menggunakan kendaraan umum dimulai dari Terminal Bus Giwangan, Kota Jogja, kita bisa menggunakan bus jurusan Jogja-Wonosari. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Simpang Lima Wonosari untuk menemukan angkutan umum jurusan Wonosari-Semanu. Setelah sampai di Desa Semanu disarankan para penjelajah untuk menuju rumah Kepala Dukuh Jetis Wetan. Biasanya rumah tersebut digunakan oleh para wisatawan sebagai tempat persinggahan (persiapan) sebelum dan sesudah melakukan perjalanan ke Gua Jomblang. Dan perjalanan dilanjutkan kembali sekitar 2km untuk sampai di bibir Gua. Dan bagi para pengunjung yang akan melakukan penjelajahan ke Gua Jomblang, sangat disarankan untuk mencari pemandu terlebih dahulu. Mengingat resikonya yang cukup berbahaya untuk pemula dan medan yang cukup berbahaya tapi menakjubkan.
                  

Goa Jomblang merupakan gua vertikal yang bertipe collapse doline. Goa ini terbentuk akibat proses geologi amblesnya tanah beserta vegetasi yang ada di atasnya ke dasar bumi yang terjadi ribuan tahun lalu. Runtuhan ini membentuk sinkhole atau sumuran yang dalam bahasa Jawa dikenal dengan istilah luweng. Itulah yang membuat unik karena di dalam goa terdapat luas mulut goa sekitar 50 meter ini sering disebut dengan nama Luweng Jomblang, dan inilah tujuan utama dari Goa Jomblang ini.Untuk memasukinya saja kita dituntut memiliki kemampuan melakukan Single Rope Technique (SRT) atau teknik menelusuri goa vertikal dengan menggunakan satu tali sebagai lintasan untuk naik dan turun medan-medan vertikal. Karena goa ini merupakan perpaduan goa vertikal dan horizontal maka diperlukanlah kemampuan SRT tersebut. Sisi vertikalnya saja dapat mencapai kedalaman hingga 60-90 meter. Untuk orang awam seperti kita yang merupakan pemula dalam melakukan hal-hal tersebut, disarankan untuk mengajak Pendamping yang emang sudah berpengalaman.



Memang membutuhkan sedikit pengorbanan Untuk mencapai dasar goa tersebut, tetapi hal tersebut akan terbayar lunas dengan pemandangan luar biasa yang disuguhkan. Di dasar goa terdapat pohon-pohon yang dapat tumbuh rimbun, kemudian dinding-dinding kapurnya diselimuti oleh tanaman perdu dan lorong yang menghubungkan kita dengan goa vertikal lainnya yaitu Goa Grubug.  Kita dapat menelusuri lorong tersebut dengan cukup mudah dan tidak seperti yang sebelumnya, karena disana terdapat jalan setapak yang terbentuk dari bebatuan. Tinggal mengikuti jalan setapak tersebut yang akan membawa kita ke dasar Goa Grubug. Jika kita sampai di sana tepat pada siang hari, maka kita akan menyaksikan pemandangan sinar matahari yang menerobos kegelapan abadi di dasar Goa Grubug yang begitu menakjubkan. Sinar ini menyentuh sejumlah stalaktit dan stalagmit yang terbentuk oleh tetesan air selama ribuan tahun. Pemandangan yang tak akan terlupakan oleh mata dan ingatan kita setelah meninggalkan lokasi.
     




Sampai pertengahan dinding goa, sejauh mata memandang kita melihat perbukitan karst dan pohon jati yang meranggas, sedangkan di perut Goa Jomblang terhampar pemandangan hijaunya hutan yang sangat subur. Aneka lumut, paku-pakuan, semak, hingga pohon-pohon besar tumbuh dengan rapat. Hutan dengan vegetasi yang jauh berbeda dengan kondisi di atas ini sering dikenal dengan nama hutan purba.





Sumber:                                               
www.alambudaya.com                                                                                                      jejakpetualang.multiply.com, photosavana.multiply.com                                        http://discoveryourindonesia.com/                                                                                              
                                                                                 
                                                                              

Tidak ada komentar:

Posting Komentar