Adonara adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa tenggara, yakni di
sebelah timur Pulau Flores. Luas wilayahnya 509 km², dan titik
tertingginya 1.676 m. Pulau ini dibatasi oleh Laut Flores di sebelah
utara, Selat Selor di selatan (memisahkan dengan Pulau Solor), serta
Selat Lowotobi di barat (memisahkan dengan Pulau Flores.
Secara
administratif, Pulau Adonara termasuk wilayah Kabupaten Flores Timur,
Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Adonara merupakan satu di
antara dua pulau utama pada kepulauan di wilayah Kabupaten Flores Timur.
Adonara dahulu merupakan sebuah kerajaan yang didirikan pada tahun
1650.
Secara umum, masyarakat di pulau Adonara bertani. karena
kondisi geografisnya..pertanian disini adalah pertanian lahan kering.
Hasil utama dari pertanian ini yaitu..jagung, ubi atau singkong serta
tanaman perkebunan seperti kelapa, tembakau, vanili, coklat dan cengkeh.
Pulau
Adonara merupakan bagian dari Kabupaten Flores Timur dengan ibukota
kabupaten yaitu Larantuka. Kabupaten Flores Timur sendiri terdiri dari 3
bagian yaitu Flores Daratan (ujung timur pulau Flores),
Pulau Adonara dan Pulau Solor. Pulau Adonara terdiri dari 8 kecamatan, yaitu :
- Kecamatan Adonara
- Kecamatan Adonara Barat
- Kecamatan Adonara Tengah
- Kecamatan Adonara Timur
- Kecamatan Ile Boleng
- Kecamatan Kelubagolit / Klubagolit
- Kecamatan Witihama / Watihama
- Kecamatan Wotan Ulumado
Selain
sistem pemerintahan negara, di Adonara juga terdapat sistem
pemerintahan berdasarkan suku. Di dalam sebuah suku terdapat seorang
kepala suku. Selain kepala suku, ada juga sekelompok masyarakat yang
turut berperan dalam sistem pemerintahan adat yaitu kaum bangsawan atau
dalam bahasa Lamaholot disebut Ata Kebelen.
Kepala suku memegang
peranan dalam hal upacara adat, menjatuhkan sanksi adat, dan hal-hal
lain yang lebih bersifat spiritual. Sedangkan para Ata Kebelen biasanya
memegang tampuk kekuasaan pemerintahan (seperti kepala dusun, kepala
desa, lurah atau camat). Di antara keduanya terjalin hubungan yang baik
dan tidak saling melangkahi kewenangan masing-masing.
Sejarah lokal Adonara terdokumentasikan dari abad keenam belas, ketika para pedagang dan misionaris Portugis mendirikan pos di dekat Pulau Solor. Pada saat itu Pulau Adonara dan pulau-pulau di sekitarnya dibagi di antara penduduk pesisir yang dikenal sebagai Paji, dan penduduk pegunungan yang disebut Demon. Para Paji mudah menerima Islam, sementara Demon cenderung di bawah pengaruh Portugis.
Wilayah Adonara milik Paji mencakup tiga kerajaan, yaitu Adonara (berpusat di pantai utara pulau), Terong dan Lamahala (di pantai selatan). Bersama dengan dua kerajaan di Pulau Solor, Lohayong dan Lamakera, mereka membentuk sebuah persekutuan yang disebut Watan Lema (“lima pantai”). Watan Lema bekerja sama dengan VOC pada 1613 dan ditegaskan pada 1646. Kerajaan Adonara sendiri sering permusuhan dengan Portugis di Larantuka, Flortes, dan tidak selalu taat kepada Belanda.
Pada abad kesembilan belas,
penguasa Adonara di utara memperkuat posisinya di Kepulauan Solor; saat
itu, ia juga menjadi penguasa bagian timur Flores dan Lembata. Wilayah
Demon berdiri di bawah kekuasaan kerajaan Larantuka, yang berada di
bawah kekuasaan Portugis sampai tahun 1859, ketika wilayah tersebut
diserahkan pada Belanda. Kerajaan Larantuka dan Adonara dihapuskan oleh
pemerintah Indonesia pada tahun 1962.
Pariwisata
di Adonora yang belum berkembang dan belum tereksploitasi. Tetapi di
satu sisi, hal ini menyimpan berkah selama perjalanan dengan ingin
menikmati alam yang benar-benar masih perawan.
Untuk dapat menuju
ke Adonara, kita harus terlebih dulu transit di Kupang ataupun Maumere.
Jika waktu menjadi salah satu pertimbangan, Anda dapat langsung
melakukan perjalanan menggunakan penerbangan pesawat Transnusa ataupun
Susi Air yang terbang langsung dari Kupang ke Larantuka, ibukota
Kabupaten Flores Timur.
Namun, bila waktu Anda lebih longgar dan
ingin menikmati pemandangan alam Flores yang terkenal sebagai Pulau
Bunga, bisa menaiki pesawat ke Maumere. Perjalanan Maumere-Larantuka
memakan waktu sekitar 4 jam.
Sepanjang perjalanan, Anda akan
disuguhkan keindahan alam khas Si Pulau Bunga. Di mana jalan yang
berliku berpadu dengan hamparan bukit hijau kekuningan. Dari Larantuka,
Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan kapal motor ke Waiwerang yang
menjadi kota terbesar di Adonara.
Wisata alam yang ditawarkan di
Adonara cukup beragam, mulai dari gunung sampai pantai ada. Pulau
Adonara, mempunyai banyak pantai dan bahkan belum diberi nama yang jelas
dan belum diurus layaknya tempat wisata.
Jangan berharap ada
gerbang masuk tempat wisata yang layak disertai berbagai fasilitas,
seperti makanan dan minuman. Semua harus kita siapkan sendiri.
Infrastruktur jalan di lokasi ini juga sudah cukup baik, meski belum
mencakup seluruh daerahnya.
Karena pulau yang tidak terlalu luas,
kita dapat menikmati banyak pantai dalam waktu yang singkat. Akan
tetapi, tidak disarankan untuk snorkeling ataupun diving di sini.
Larangan ini ada karena lokasi lepas pantai yang ada di antara Pulau
Flores dan Lembata, sering terdapat pusaran arus dan arus bawah yang
deras.
Banyak turis yang datang ke Adonara sebagai tambahan wisata
saat mengikuti acara Semana Santa saat perayaan Paskah di Larantuka.
Ada juga traveler yang transit sebelum pergi ke desa perburuan ikan paus
di Lembata. Dengan sedikit usaha menembus hutan dan jalanan yang
berbatu, kita tidak akan menyesal karena pantai pasir putih Adonara siap
menyambut kita.
Sumber :
http://www.pasirpantai.com/ntt/pulau-adonara-flores-ntt/
http://shinduster.blogspot.com/2012/07/catatan-perjalanan-adonara-killer.html
http://maryantosylvester.blogspot.com/2011/03/pantai-yang-indah-dan-menarik-tepatnya.html




Tidak ada komentar:
Posting Komentar